Berita Terkini

PPs UNSIQ dan FKSP Gelar Kuliah Pakar, Bahas Agama, Pendidikan, dan Politik dalam Pembangunan Bangsa

PPs UNSIQ dan FKSP Gelar Kuliah Pakar, Bahas Agama, Pendidikan, dan Politik dalam Pembangunan Bangsa

07 September 2026

Wonosobo, 7 September 2026 — Program Pascasarjana (PPs) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) bekerja sama dengan Fakultas Komunikasi dan Sosial Politik (FKSP) UNSIQ menyelenggarakan Kuliah Pakar bertema “Membangun Manusia, Merawat Kebudayaan: Agama, Pendidikan dan Politik dalam Agenda Pembangunan Bangsa”, Senin, 7 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Achmad Maulani, M.Si. sebagai narasumber dengan budayawan Wonosobo, Haqqi El Anshori, bertindak sebagai moderator. Kuliah pakar diikuti oleh mahasiswa Program Pascasarjana dan mahasiswa FKSP UNSIQ sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan akademik mahasiswa terhadap persoalan agama, pendidikan, kebudayaan, dan politik dalam konteks pembangunan bangsa. Acara diawali dengan sambutan Direktur Program Pascasarjana UNSIQ yang menekankan pentingnya literasi dan pengetahuan politik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas. Politik, menurutnya, bukan semata-mata persoalan kekuasaan atau kontestasi elektoral, melainkan sesuatu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan beragama dan pendidikan. “Pengetahuan politik penting karena politik bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan kita. Kebijakan politik menentukan banyak hal yang kita alami setiap hari, termasuk bagaimana pendidikan diselenggarakan, bagaimana kehidupan beragama dijamin, dan bagaimana kebudayaan dirawat. Karena itu, memahami politik berarti memahami salah satu dimensi penting dari kehidupan kita sebagai warga negara.” Menurut Direktur Pascasarjana, mahasiswa perlu memiliki kemampuan membaca berbagai persoalan publik secara kritis dan komprehensif. Pendidikan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dalam bidang keilmuannya, tetapi juga perlu membangun kesadaran sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab terhadap kehidupan bersama. Tema kuliah pakar ini secara khusus mempertemukan tiga ranah penting dalam kehidupan kebangsaan, yakni agama, pendidikan, dan politik, dengan kebudayaan sebagai ruang yang menghubungkan ketiganya. Ketiganya tidak dapat dipisahkan dari proses pembentukan manusia dan arah pembangunan bangsa. Dalam pemaparannya, Dr. Achmad Maulani, M.Si. menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal implementasi kebijakan negara. Kebijakan publik, menurutnya, tidak berhenti pada saat sebuah regulasi ditetapkan. Justru setelah kebijakan dibuat, masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut benar-benar dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Keterlibatan publik menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang sehat. Masyarakat tidak cukup hanya menjadi objek dari berbagai kebijakan negara, tetapi perlu mengambil posisi sebagai subjek yang memiliki kemampuan untuk memahami, mengawasi, memberikan kritik, sekaligus mendorong agar kebijakan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Diskusi berlangsung secara dinamis dengan keterlibatan aktif mahasiswa Pascasarjana dan FKSP UNSIQ. Berbagai persoalan aktual terkait relasi agama, pendidikan, politik, kebudayaan, serta pembangunan manusia menjadi bagian dari diskusi yang berkembang dalam forum tersebut. Kehadiran budayawan Wonosobo Haqqi El Anshori sebagai moderator turut memberikan perspektif kebudayaan dalam diskusi. Perspektif tersebut menjadi penting karena agenda pembangunan bangsa pada dasarnya tidak hanya berbicara mengenai pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga mengenai bagaimana manusia dan kebudayaannya ditempatkan sebagai bagian utama dari proses pembangunan. Bagi Program Pascasarjana UNSIQ, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang interdisipliner, kontekstual, dan transformatif. Mahasiswa didorong untuk tidak melihat persoalan agama, pendidikan, politik, dan kebudayaan sebagai bidang yang berdiri sendiri, tetapi sebagai realitas yang saling berkelindan dalam kehidupan masyarakat. Kuliah pakar ini sekaligus menjadi ruang akademik untuk membangun kesadaran bahwa pembangunan bangsa pada akhirnya bukan sekadar tentang membangun sistem, melainkan tentang membangun manusia dan merawat kebudayaan. Pendidikan, agama, dan politik memiliki peran strategis dalam proses tersebut, sementara partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting untuk memastikan pembangunan berjalan secara berkeadilan dan berorientasi pada kepentingan publik.

Pascasarjana UNSIQ Hadirkan Global Exchange Forum “Living Diversity” dalam UNSIQ International Summer Camp

Pascasarjana UNSIQ Hadirkan Global Exchange Forum “Living Diversity” dalam UNSIQ International Summer Camp

31 July 2026

Wonosobo, 31 Juli 2026 — Program Pascasarjana Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo turut berpartisipasi dalam pelaksanaan UNSIQ International Summer Camp 2026 melalui penyelenggaraan Global Exchange Forum bertajuk “Living Diversity: Education, Culture and Religion in Action” pada Jumat, 31 Juli 2026. Forum ini menjadi ruang perjumpaan dan dialog lintas budaya, agama, dan pengalaman pendidikan yang mempertemukan mahasiswa internasional dari berbagai negara dengan mahasiswa Program Pascasarjana UNSIQ. Peserta yang hadir berasal dari sejumlah negara, antara lain Myanmar, Filipina, Republik Ceko, Turkmenistan, Zimbabwe, Sudan, Thailand, India dan Arab Saudi. Mengusung semangat living diversity, forum tidak sekadar menghadirkan keberagaman sebagai topik diskusi, tetapi menjadikannya sebagai pengalaman langsung melalui proses perjumpaan dan dialog antarmahasiswa dari latar belakang yang berbeda. Berbagai pengalaman mengenai agama, pendidikan, dan budaya dibagikan dan didiskusikan secara hangat, terbuka, dan penuh penghargaan terhadap perbedaan. Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Program Pascasarjana UNSIQ, Dr. H. Ngarifin Shidiq. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun dialog kebudayaan sebagai jembatan untuk mempertemukan berbagai perbedaan yang ada di tengah masyarakat global. Menurutnya, keberagaman bukanlah sesuatu yang harus dijauhkan atau dipertentangkan, tetapi perlu dipahami melalui proses komunikasi dan perjumpaan. Dialog kebudayaan menjadi penting karena memungkinkan setiap individu untuk mengenali perspektif, nilai, tradisi, serta cara pandang orang lain secara lebih dekat. “Dialog kebudayaan diperlukan untuk menjembatani berbagai perbedaan. Melalui dialog, perbedaan tidak menjadi sekat, tetapi menjadi jembatan untuk saling memahami,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam sambutan Direktur Program Pascasarjana UNSIQ. Forum kemudian dimoderatori oleh Dr. Maurisa Zinira, M.A. yang mengarahkan diskusi pada pentingnya menciptakan ruang-ruang pertemuan sebagai wahana dialog lintas budaya. Menurutnya, keberagaman tidak cukup hanya dipahami melalui konsep dan teori yang diajarkan di ruang kelas, tetapi perlu dialami secara langsung melalui interaksi kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya membangun ruang dialog yang memungkinkan orang-orang dengan latar belakang berbeda untuk saling bertemu, berbicara, dan mengenal satu sama lain. Dalam konteks pendidikan, proses tersebut merupakan bagian penting dari pembelajaran keberagaman. “Perbedaan harus dirayakan. Ia tidak cukup hanya diajarkan melalui teori di kelas, tetapi juga melalui dialogue of life, di mana perbedaan memiliki ruang untuk saling mengenal satu sama lain,” menjadi gagasan penting yang mengemuka dalam forum tersebut. Konsep dialogue of life menjadikan kehidupan sehari-hari sebagai ruang pembelajaran lintas budaya. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai budaya lain melalui buku atau materi perkuliahan, tetapi mengalami secara langsung bagaimana berinteraksi dengan individu yang memiliki bahasa, tradisi, agama, dan pengalaman sosial yang berbeda. Bagi Program Pascasarjana UNSIQ, forum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi dan membangun ekosistem akademik yang terbuka terhadap keragaman global. Kehadiran mahasiswa internasional dalam forum tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa Pascasarjana untuk memperluas perspektif akademik sekaligus mengembangkan kemampuan dialog lintas budaya. Kegiatan Global Exchange Forum ini juga sejalan dengan karakter UNSIQ sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan integrasi Al-Qur’an, sains, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam perspektif tersebut, keberagaman dipandang bukan sekadar realitas sosial, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun sikap saling menghormati, keterbukaan, dan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, Program Pascasarjana UNSIQ menegaskan komitmennya untuk menjadikan kampus bukan hanya sebagai ruang produksi pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan manusia dan kebudayaan. Di tengah dunia yang semakin terhubung, kemampuan untuk hidup bersama dalam keberagaman menjadi bagian penting dari pendidikan yang transformatif, humanis, dan berwawasan global. Global Exchange Forum “Living Diversity: Education, Culture and Religion in Action” akhirnya bukan hanya menjadi forum pertukaran informasi mengenai pendidikan, budaya, dan agama, tetapi juga menjadi pengalaman bersama bahwa perbedaan dapat menjadi sumber pengetahuan, persahabatan, dan pembelajaran kemanusiaan ketika diberi ruang untuk bertemu dan berdialog.

Pascasarjana UNSIQ Laksanakan Peninjauan Kurikulum Berbasis OBE Libatkan Akademisi dan Pengguna Lulusan

Pascasarjana UNSIQ Laksanakan Peninjauan Kurikulum Berbasis OBE Libatkan Akademisi dan Pengguna Lulusan

28 July 2026

Wonosobo, 21 Juli 2026 – Program Pascasarjana Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo menyelenggarakan kegiatan Peninjauan Kurikulum Program Magister sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu akademik dan penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan regulasi pendidikan tinggi serta kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Munawir, M.S.I., dosen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto yang memiliki pengalaman dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan program studi di lingkungan Pascasarjana UNSIQ, yaitu Dr. Rifqi Muntaqo, M.S.I. selaku Ketua Program Studi Magister Pendidikan Islam, Dr. Maurisa Zinira, M.A. selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Dr. Herman Sujarwo, M.H. selaku Ketua Program Studi Magister Hukum, dan Dr. Hery Purwanto, M.M. selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen. Turut hadir pula dosen-dosen homebase dari keempat program studi yang berpartisipasi aktif dalam pembahasan dan penyempurnaan kurikulum. Sebagai wujud penerapan prinsip link and match, peninjauan kurikulum juga melibatkan pengguna lulusan (stakeholders), di antaranya perwakilan Kementerian Agama dan kepala sekolah sebagai mitra pengguna lulusan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut bertujuan memberikan masukan mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja, sehingga kurikulum yang disusun tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat, lembaga pendidikan, dan dunia profesional. Dalam paparannya, Dr. Munawir menekankan bahwa peninjauan kurikulum merupakan kebutuhan strategis agar program studi mampu merespons perubahan regulasi pendidikan tinggi, khususnya ketentuan terbaru mengenai penyelenggaraan pembelajaran dan beban studi (SKS). Menurutnya, perubahan regulasi harus diikuti dengan penyesuaian struktur kurikulum sehingga tetap relevan, adaptif, dan memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Lebih lanjut, Dr. Munawir menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum saat ini harus mengadopsi pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yaitu pendekatan yang menempatkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai fondasi utama dalam seluruh proses perancangan kurikulum. "Penyusunan kurikulum harus dimulai dari perumusan profil lulusan dan analisis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Setelah CPL ditetapkan, barulah dirancang bahan kajian, mata kuliah, strategi pembelajaran, bentuk asesmen, hingga pengalaman belajar mahasiswa yang benar-benar mendukung ketercapaian CPL tersebut. Dengan demikian, setiap komponen kurikulum memiliki kontribusi yang jelas terhadap kompetensi lulusan yang diharapkan," ungkap Dr. Munawir. Sebagai contoh implementasi pendekatan OBE, Dr. Munawir memaparkan praktik baik yang telah diterapkan di UIN Saizu Purwokerto melalui program field study (field class). Program ini dirancang sebagai pengalaman belajar autentik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa program magister untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran di program sarjana (S1). Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam merancang perkuliahan, mengajar, berinteraksi dengan mahasiswa, serta melakukan refleksi akademik di bawah bimbingan dosen. Menurut Dr. Munawir, field study bukan sekadar kegiatan praktik mengajar, melainkan bagian dari strategi pencapaian CPL, khususnya bagi program studi yang memiliki profil lulusan sebagai akademisi. Pengalaman tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, kemampuan komunikasi ilmiah, kepemimpinan akademik, serta profesionalisme sebagai calon dosen dan peneliti. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi memberikan pengalaman langsung yang relevan dengan profil lulusan yang ingin dihasilkan. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas penyelarasan profil lulusan, CPL, bahan kajian, struktur mata kuliah, metode pembelajaran, serta sistem asesmen yang selaras dengan prinsip OBE. Masukan dari para ketua program studi, dosen, dan pengguna lulusan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kurikulum agar mampu menjawab kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan, dunia kerja, serta tuntutan masyarakat. Melalui kegiatan peninjauan kurikulum ini, Pascasarjana UNSIQ menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan melalui kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Pelibatan akademisi, dosen, dan pengguna lulusan dalam proses evaluasi kurikulum diharapkan menghasilkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi regulasi nasional, tetapi juga mampu mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Pascasarjana UNSIQ Sosialisasikan Program Magister kepada Pegawai Bank Jateng

Pascasarjana UNSIQ Sosialisasikan Program Magister kepada Pegawai Bank Jateng

22 July 2026

Wonosobo – Program Pascasarjana Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo terus memperluas jejaring kemitraan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan magister. Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada Rabu, 22 Juli 2026, Program Pascasarjana UNSIQ menyelenggarakan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) kepada para pegawai Bank Jateng. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai program studi magister yang dimiliki Pascasarjana UNSIQ, sekaligus membuka peluang peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan jenjang S2. Sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang ingin memperoleh informasi mengenai sistem perkuliahan, kurikulum, proses penerimaan mahasiswa baru, hingga peluang pengembangan karier melalui studi lanjut. Dalam kegiatan tersebut, tim Pascasarjana UNSIQ diwakili oleh Dr. Lutfan Muntaqo, M.S.I. selaku Wakil Direktur Pascasarjana dan Dr. Hery Purwanto, M.M., Ketua Program Studi Magister Manajemen. Keduanya memaparkan berbagai keunggulan Pascasarjana UNSIQ, mulai dari kurikulum yang adaptif, dosen yang kompeten, pendekatan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), hingga komitmen institusi dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan mampu menjawab tantangan dunia kerja. Selain memperkenalkan program studi, tim Pascasarjana UNSIQ juga menyampaikan informasi mengenai program beasiswa bagi institusi yang menjalin kerja sama dengan Pascasarjana UNSIQ. Program ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi para profesional dan tenaga kerja di berbagai lembaga, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensi akademik maupun profesional tanpa terkendala biaya pendidikan. Dr. Lutfan Muntaqo menjelaskan bahwa penyediaan beasiswa kerja sama merupakan salah satu strategi Pascasarjana UNSIQ dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara perguruan tinggi dan dunia kerja. "Kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para profesional untuk melanjutkan studi magister. Melalui skema kerja sama kelembagaan, Pascasarjana UNSIQ menghadirkan program beasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai sektor. Kami berharap kolaborasi ini mampu memberikan manfaat bagi institusi sekaligus mendorong lahirnya SDM yang semakin kompeten dan berdaya saing," ujarnya. Program beasiswa tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata dari visi Pascasarjana UNSIQ, yaitu "Menjadi Program Pascasarjana yang Unggul dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan Integratif yang Transformatif, Humanis, dan Qur'ani pada Tahun 2031." Melalui penguatan kemitraan dengan berbagai lembaga, Pascasarjana UNSIQ berupaya menghadirkan pendidikan magister yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pascasarjana UNSIQ berharap semakin banyak lembaga yang menjalin kerja sama strategis dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. Dengan dukungan program beasiswa dan sistem pembelajaran yang berkualitas, Pascasarjana UNSIQ berkomitmen menjadi mitra bagi berbagai institusi dalam mencetak lulusan magister yang profesional, berintegritas, serta mampu mengintegrasikan nilai-nilai keilmuan, kemanusiaan, dan Al-Qur'an dalam praktik keprofesiannya.

Pascasarjana UNSIQ Perkuat Kerja Sama Akademik dengan USIM melalui Kolokium Bersama

Pascasarjana UNSIQ Perkuat Kerja Sama Akademik dengan USIM melalui Kolokium Bersama

04 June 2026

Nilai, 20 Mei 2026 – Program Pascasarjana Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) melaksanakan kunjungan akademik ke Universiti Sains Islam Malaysia pada tanggal 20 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh rombongan yang terdiri atas 14 dosen dan mahasiswa Pascasarjana UNSIQ dalam rangka penyelenggaraan kolokium bersama dosen dan mahasiswa USIM. Kolokium tersebut menjadi forum akademik yang produktif untuk berbagi hasil penelitian, memperluas wawasan keilmuan, serta mempererat jejaring kerja sama antara kedua institusi. Pada kesempatan tersebut, dua mahasiswa Pascasarjana UNSIQ mempresentasikan hasil riset yang telah mereka lakukan di hadapan peserta kolokium dan mendapatkan berbagai masukan konstruktif dari para akademisi USIM. Selain itu, kontribusi Pascasarjana UNSIQ juga ditunjukkan melalui keterlibatan dua dosen Pascasarjana UNSIQ yang dipercaya menjadi reviewer dalam sesi kolokium mahasiswa USIM. Peran tersebut mencerminkan pengakuan terhadap kompetensi akademik dosen UNSIQ sekaligus menjadi sarana pertukaran pengalaman dan penguatan budaya akademik di tingkat internasional. Kunjungan akademik ini merupakan implementasi nyata dari nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara UNSIQ dan USIM. Melalui kegiatan kolaboratif ini, kedua institusi semakin mengukuhkan komitmen untuk mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan sumber daya manusia. Direktur Pascasarjana UNSIQ menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja Pascasarjana UNSIQ dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas akademik sivitas akademika. Kolaborasi dengan USIM diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan akademik berskala internasional. Lebih lanjut, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Pascasarjana UNSIQ dalam mewujudkan visi menjadi penyelenggara pendidikan pascasarjana yang unggul, berkarakter Qur'ani, dan bereputasi internasional. Melalui berbagai program kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, Pascasarjana UNSIQ terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Kolokium bersama ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi akademik antara UNSIQ dan USIM sekaligus menghasilkan berbagai program kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua institusi di masa mendatang.

Refresh Dosen PPs UNSIQ

Refresh Dosen PPs UNSIQ

25 February 2026

Refresh Dosen Program Pascasarjana Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) merupakan kegiatan koordinasi akademik yang diselenggarakan sebagai upaya penyegaran (refreshment) terhadap kebijakan, peningkatan kompetensi, serta penguatan komitmen dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen tetap dan dosen pengampu di lingkungan Program Pascasarjana UNSIQ. Rapat bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai arah pengembangan Program Pascasarjana, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Selain itu, kegiatan ini menjadi forum evaluasi pelaksanaan kegiatan akademik pada semester sebelumnya sekaligus penyusunan strategi peningkatan mutu pada semester berikutnya. Materi yang dibahas meliputi evaluasi pelaksanaan perkuliahan, penyempurnaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan asesmen Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah, pengembangan pengabdian kepada masyarakat, pembimbingan tesis, optimalisasi pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta persiapan akreditasi dan pemenuhan indikator kinerja Program Pascasarjana. Melalui forum diskusi dan berbagi pengalaman, para dosen memberikan berbagai masukan konstruktif terkait inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, peningkatan layanan akademik, serta penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai institusi di tingkat nasional maupun internasional. Hasil rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, antara lain peningkatan kualitas pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (Student-Centered Learning), penguatan integrasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam proses akademik, peningkatan mutu penelitian dan publikasi bereputasi, optimalisasi pemanfaatan Learning Management System (LMS), serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala sebagai bagian dari Continuous Quality Improvement (CQI). Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh dosen Program Pascasarjana UNSIQ memiliki pemahaman yang sama terhadap kebijakan akademik, semakin profesional dalam menjalankan tugas tridharma, serta mampu berkontribusi secara optimal dalam mewujudkan Program Pascasarjana yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan integratif, transformatif, humanis, dan Qur'ani.

Showing 1–6 of 18 data (Page 1 of 3)
...
Program Pascasarjana UNSIQ (Universitas Sains Al Qur’an)
Kontak
Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah - 56351
Telp. : (0286) 324160