Pascasarjana UNSIQ Hadirkan Global Exchange Forum “Living Diversity” dalam UNSIQ International Summer Camp

31 July 2026


Pascasarjana UNSIQ Hadirkan Global Exchange Forum “Living Diversity” dalam UNSIQ International Summer Camp

Wonosobo, 31 Juli 2026 — Program Pascasarjana Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo turut berpartisipasi dalam pelaksanaan UNSIQ International Summer Camp 2026 melalui penyelenggaraan Global Exchange Forum bertajuk “Living Diversity: Education, Culture and Religion in Action” pada Jumat, 31 Juli 2026. Forum ini menjadi ruang perjumpaan dan dialog lintas budaya, agama, dan pengalaman pendidikan yang mempertemukan mahasiswa internasional dari berbagai negara dengan mahasiswa Program Pascasarjana UNSIQ. Peserta yang hadir berasal dari sejumlah negara, antara lain Myanmar, Filipina, Republik Ceko, Turkmenistan, Zimbabwe, Sudan, Thailand, India dan Arab Saudi. Mengusung semangat living diversity, forum tidak sekadar menghadirkan keberagaman sebagai topik diskusi, tetapi menjadikannya sebagai pengalaman langsung melalui proses perjumpaan dan dialog antarmahasiswa dari latar belakang yang berbeda. Berbagai pengalaman mengenai agama, pendidikan, dan budaya dibagikan dan didiskusikan secara hangat, terbuka, dan penuh penghargaan terhadap perbedaan. Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Program Pascasarjana UNSIQ, Dr. H. Ngarifin Shidiq. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun dialog kebudayaan sebagai jembatan untuk mempertemukan berbagai perbedaan yang ada di tengah masyarakat global. Menurutnya, keberagaman bukanlah sesuatu yang harus dijauhkan atau dipertentangkan, tetapi perlu dipahami melalui proses komunikasi dan perjumpaan. Dialog kebudayaan menjadi penting karena memungkinkan setiap individu untuk mengenali perspektif, nilai, tradisi, serta cara pandang orang lain secara lebih dekat. “Dialog kebudayaan diperlukan untuk menjembatani berbagai perbedaan. Melalui dialog, perbedaan tidak menjadi sekat, tetapi menjadi jembatan untuk saling memahami,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam sambutan Direktur Program Pascasarjana UNSIQ. Forum kemudian dimoderatori oleh Dr. Maurisa Zinira, M.A. yang mengarahkan diskusi pada pentingnya menciptakan ruang-ruang pertemuan sebagai wahana dialog lintas budaya. Menurutnya, keberagaman tidak cukup hanya dipahami melalui konsep dan teori yang diajarkan di ruang kelas, tetapi perlu dialami secara langsung melalui interaksi kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya membangun ruang dialog yang memungkinkan orang-orang dengan latar belakang berbeda untuk saling bertemu, berbicara, dan mengenal satu sama lain. Dalam konteks pendidikan, proses tersebut merupakan bagian penting dari pembelajaran keberagaman. “Perbedaan harus dirayakan. Ia tidak cukup hanya diajarkan melalui teori di kelas, tetapi juga melalui dialogue of life, di mana perbedaan memiliki ruang untuk saling mengenal satu sama lain,” menjadi gagasan penting yang mengemuka dalam forum tersebut. Konsep dialogue of life menjadikan kehidupan sehari-hari sebagai ruang pembelajaran lintas budaya. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai budaya lain melalui buku atau materi perkuliahan, tetapi mengalami secara langsung bagaimana berinteraksi dengan individu yang memiliki bahasa, tradisi, agama, dan pengalaman sosial yang berbeda. Bagi Program Pascasarjana UNSIQ, forum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi dan membangun ekosistem akademik yang terbuka terhadap keragaman global. Kehadiran mahasiswa internasional dalam forum tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa Pascasarjana untuk memperluas perspektif akademik sekaligus mengembangkan kemampuan dialog lintas budaya. Kegiatan Global Exchange Forum ini juga sejalan dengan karakter UNSIQ sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan integrasi Al-Qur’an, sains, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam perspektif tersebut, keberagaman dipandang bukan sekadar realitas sosial, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun sikap saling menghormati, keterbukaan, dan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, Program Pascasarjana UNSIQ menegaskan komitmennya untuk menjadikan kampus bukan hanya sebagai ruang produksi pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan manusia dan kebudayaan. Di tengah dunia yang semakin terhubung, kemampuan untuk hidup bersama dalam keberagaman menjadi bagian penting dari pendidikan yang transformatif, humanis, dan berwawasan global. Global Exchange Forum “Living Diversity: Education, Culture and Religion in Action” akhirnya bukan hanya menjadi forum pertukaran informasi mengenai pendidikan, budaya, dan agama, tetapi juga menjadi pengalaman bersama bahwa perbedaan dapat menjadi sumber pengetahuan, persahabatan, dan pembelajaran kemanusiaan ketika diberi ruang untuk bertemu dan berdialog.


Kembali
...
Program Pascasarjana UNSIQ (Universitas Sains Al Qur’an)
Kontak
Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah - 56351
Telp. : (0286) 324160