28 July 2026
Wonosobo, 21 Juli 2026 – Program Pascasarjana Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo menyelenggarakan kegiatan Peninjauan Kurikulum Program Magister sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu akademik dan penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan regulasi pendidikan tinggi serta kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Munawir, M.S.I., dosen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto yang memiliki pengalaman dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan program studi di lingkungan Pascasarjana UNSIQ, yaitu Dr. Rifqi Muntaqo, M.S.I. selaku Ketua Program Studi Magister Pendidikan Islam, Dr. Maurisa Zinira, M.A. selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Dr. Herman Sujarwo, M.H. selaku Ketua Program Studi Magister Hukum, dan Dr. Hery Purwanto, M.M. selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen. Turut hadir pula dosen-dosen homebase dari keempat program studi yang berpartisipasi aktif dalam pembahasan dan penyempurnaan kurikulum. Sebagai wujud penerapan prinsip link and match, peninjauan kurikulum juga melibatkan pengguna lulusan (stakeholders), di antaranya perwakilan Kementerian Agama dan kepala sekolah sebagai mitra pengguna lulusan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut bertujuan memberikan masukan mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja, sehingga kurikulum yang disusun tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat, lembaga pendidikan, dan dunia profesional. Dalam paparannya, Dr. Munawir menekankan bahwa peninjauan kurikulum merupakan kebutuhan strategis agar program studi mampu merespons perubahan regulasi pendidikan tinggi, khususnya ketentuan terbaru mengenai penyelenggaraan pembelajaran dan beban studi (SKS). Menurutnya, perubahan regulasi harus diikuti dengan penyesuaian struktur kurikulum sehingga tetap relevan, adaptif, dan memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Lebih lanjut, Dr. Munawir menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum saat ini harus mengadopsi pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yaitu pendekatan yang menempatkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai fondasi utama dalam seluruh proses perancangan kurikulum. "Penyusunan kurikulum harus dimulai dari perumusan profil lulusan dan analisis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Setelah CPL ditetapkan, barulah dirancang bahan kajian, mata kuliah, strategi pembelajaran, bentuk asesmen, hingga pengalaman belajar mahasiswa yang benar-benar mendukung ketercapaian CPL tersebut. Dengan demikian, setiap komponen kurikulum memiliki kontribusi yang jelas terhadap kompetensi lulusan yang diharapkan," ungkap Dr. Munawir. Sebagai contoh implementasi pendekatan OBE, Dr. Munawir memaparkan praktik baik yang telah diterapkan di UIN Saizu Purwokerto melalui program field study (field class). Program ini dirancang sebagai pengalaman belajar autentik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa program magister untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran di program sarjana (S1). Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam merancang perkuliahan, mengajar, berinteraksi dengan mahasiswa, serta melakukan refleksi akademik di bawah bimbingan dosen. Menurut Dr. Munawir, field study bukan sekadar kegiatan praktik mengajar, melainkan bagian dari strategi pencapaian CPL, khususnya bagi program studi yang memiliki profil lulusan sebagai akademisi. Pengalaman tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, kemampuan komunikasi ilmiah, kepemimpinan akademik, serta profesionalisme sebagai calon dosen dan peneliti. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi memberikan pengalaman langsung yang relevan dengan profil lulusan yang ingin dihasilkan. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas penyelarasan profil lulusan, CPL, bahan kajian, struktur mata kuliah, metode pembelajaran, serta sistem asesmen yang selaras dengan prinsip OBE. Masukan dari para ketua program studi, dosen, dan pengguna lulusan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kurikulum agar mampu menjawab kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan, dunia kerja, serta tuntutan masyarakat. Melalui kegiatan peninjauan kurikulum ini, Pascasarjana UNSIQ menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan melalui kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Pelibatan akademisi, dosen, dan pengguna lulusan dalam proses evaluasi kurikulum diharapkan menghasilkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi regulasi nasional, tetapi juga mampu mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.